TANTANGAN DAN PELUANG IMPLEMENTASI AI DALAM LAYANAN PUBLIK (STUDI KUALITATIF DI KOTA BANDUNG)
DOI:
https://doi.org/10.58268/eb.v4i1.153Kata Kunci:
Artificial Intelligence; Public Service; Smart Cit;, Public Trust; AI RegulationAbstrak
Transformasi digital dalam sektor pemerintahan mendorong adopsi teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan aksesibilitas layanan publik. Kota Bandung sebagai salah satu pelopor konsep Smart City telah mengintegrasikan AI dalam berbagai aspek pelayanan publik, seperti administrasi kependudukan, perpajakan, perizinan, dan pengaduan masyarakat. Namun, penerapan AI masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan infrastruktur, kesiapan sumber daya manusia (SDM), regulasi yang belum matang, serta rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap keamanan dan efektivitas sistem berbasis AI. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi efektivitas implementasi AI di Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun AI berpotensi meningkatkan efisiensi birokrasi dan kualitas pelayanan, tingkat penerimaan masyarakat masih rendah akibat kurangnya literasi digital dan kekhawatiran terhadap keamanan data. Oleh karena itu, diperlukan strategi peningkatan literasi digital, penguatan regulasi perlindungan data, serta peningkatan infrastruktur teknologi agar AI dapat diadopsi secara lebih luas dan efektif dalam pelayanan publik.
