MENGENAL DAN MENCEGAH DISFAGIA MELALUI MODIFIKASI MAKANAN DAN LATIHAN MENELAN
DOI:
https://doi.org/10.58268/adidharma.v4i1.237Abstrak
Disfagia merupakan gangguan menelan yang sering dialami oleh lansia serta pasien dengan gangguan saraf dan penyakit kronis. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti makanan atau minuman masuk ke saluran napas, kurangnya asupan gizi, hingga dehidrasi. Penanganan disfagia tidak hanya mengandalkan pengobatan, tetapi juga memerlukan upaya nonmedis yang menyeluruh, seperti pemberian edukasi, penyesuaian tekstur makanan dan minuman, serta latihan menelan. Penyesuaian tekstur makanan dilakukan agar sesuai dengan kemampuan menelan pasien sehingga proses makan menjadi lebih aman dan nyaman. Edukasi diberikan untuk membantu pasien memahami cara makan yang benar, posisi tubuh yang tepat saat makan, serta pentingnya mengikuti anjuran diet. Selain itu, latihan menelan dilakukan untuk melatih dan memperkuat otot-otot yang berperan dalam proses menelan agar koordinasi menelan menjadi lebih baik. Penerapan ketiga upaya tersebut secara rutin diharapkan dapat mengurangi risiko tersedak, meningkatkan asupan gizi, dan memperbaiki kualitas hidup pasien disfagia.