ANALISIS PENERAPAN PENCATATAN KEUANGAN SEDERHANA PADA UMKM: STUDI KASUS WARMART
DOI:
https://doi.org/10.58268/eb.v4i2.187Abstrak
Sebanyak 77,5% UMKM di Indonesia belum memiliki pencatatan keuangan yang akurat, sehingga menghambat pengelolaan usaha dan pengambilan keputusan strategis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pencatatan keuangan pada UMKM Warmart dengan menggunakan pendekatan Theory of Planned Behavior (TPB) dan Resource-Based View (RBV). TPB digunakan untuk memahami pengaruh sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol terhadap niat pencatatan, sementara RBV mengevaluasi pencatatan sebagai potensi sumber daya strategis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa pencatatan masih dilakukan secara manual, terbatas pada transaksi harian, dan belum menghasilkan laporan keuangan yang utuh. Kendala utama terletak pada keterbatasan keterampilan, kepercayaan diri, dan pemanfaatan teknologi. Diperlukan pelatihan, pendampingan, dan pemanfaatan teknologi sederhana agar UMKM dapat meningkatkan kualitas pencatatan serta membangun keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.
