ANALISIS KESENJANGAN KOMPETENSI ANGKATAN KERJA MUDA KOTA CIMAHI TERHADAP KEBUTUHAN INDUSTRI 4.0
DOI:
https://doi.org/10.58268/eb.v4i2.227Kata Kunci:
angkatan kerja muda, kesenjangan kompetensi, Industri 4.0, mismatch, vokasi, CimahiAbstrak
Percepatan transformasi teknologi pada era Industri 4.0 menuntut perubahan struktur kompetensi tenaga kerja, khususnya kelompok usia muda yang menjadi tulang punggung produktivitas daerah. Kota Cimahi sebagai salah satu pusat industri manufaktur, jasa modern, dan ekonomi kreatif menghadapi tantangan serius berupa mismatch antara keterampilan yang dimiliki angkatan kerja muda dengan kebutuhan industri berbasis digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kesenjangan kompetensi (skills gap) pada angkatan kerja muda Kota Cimahi, memetakan kebutuhan keterampilan industri dalam konteks otomasi dan digitalisasi, serta mengidentifikasi faktor penyebab terjadinya mismatch. Penelitian menggunakan desain Sequential Explanatory Mixed Methods, dimulai dengan analisis kuantitatif melalui data ketenagakerjaan, survei kesiapan kerja, dan struktur industri, kemudian dilanjutkan dengan pendalaman kualitatif melalui wawancara mendalam dengan pelaku industri (IDUKA), lembaga pendidikan vokasi, dan pemuda pencari kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenjangan kompetensi terjadi pada dua kategori utama: (1) hard skills yang meliputi literasi digital, pengoperasian mesin otomatis, kemampuan CAD/CAM, pemrograman dasar, serta data literacy; dan (2) soft skills seperti komunikasi, kerja tim, problem-solving, dan adaptabilitas. Mismatch dapat terjadi karena kurikulum yang belum adaptif, minimnya magang industri, terbatasnya sertifikasi kompetensi, serta rendahnya informasi pasar kerja. Penelitian ini merekomendasikan penguatan link and match IDUKA, reformulasi kurikulum vokasi berbasis kebutuhan industri, percepatan sertifikasi, dan penyusunan Rencana Aksi Vokasi 2026–2030 sebagai strategi peningkatan daya saing pemuda Kota Cimahi.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Dyah Bayu Framesthi, Hendriady de Keizer, Priatna Kesumah, Delia Subrayanti, Yusar Firmansyah, Zira Durun Nafisah, Neng Rohaeni

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
