ANALISIS UNSUR-UNSUR KEJAHATAN GENOSIDA TERHADAP ETNIS ROHINGYA MENURUT PASAL 6 STATUTA ROMA
Analysis Of The Elements Of The Crime Of Genocide Against The Rohingya Ethnic Group According To Article 6 Of The Roman Statute
Keywords:
Kejahatan Genosida, Etnis Rohingya, Pasal 6 Statuta Roma, Dolus Specialis, Tanggung Jawab Pidana InternasionalAbstract
This article analyzes the elements of the crime of genocide against the Rohingya ethnic group under Article 6 of the 1998 Rome Statute. The humanitarian crisis affecting the Rohingya in Myanmar, particularly since the military operations of 2016-2017, has resulted in mass killings, systematic sexual violence, village burnings, and the forced displacement of over 700,000 people to Bangladesh. This research is a normative juridical study employing statutory, conceptual, and case approaches, analyzing the provisions of Article 6 of the Rome Statute and the facts documented in international reports. The analysis reveals that the Rohingya constitute a protected ethnic and religious group, the violent acts committed fulfill four of the five categories of actus reus, and most crucially, the systematic pattern of actions, hate speech, discriminatory policies, and scale of atrocities allow for the inference of specific intent (dolus specialis) to destroy the Rohingya group, in whole or in part. Although Myanmar is not a state party to the Rome Statute, which hinders prosecution at the ICC due to jurisdictional constraints, this qualification of genocide remains significant for legal proceedings at the International Court of Justice, the mandate of the IIMM, and advocacy efforts for justice and reparations for the victims.
Artikel ini menganalisis unsur-unsur kejahatan genosida terhadap etnis Rohingya menurut Pasal 6 Statuta Roma 1998. Krisis kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya di Myanmar, terutama sejak operasi militer 2016-2017, telah mengakibatkan pembunuhan massal, kekerasan seksual sistematis, pembakaran desa, dan pengusiran paksa lebih dari 700.000 orang ke Bangladesh. Penelitian ini merupakan penelitian hukum yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, yang menganalisis ketentuan Pasal 6 Statuta Roma serta fakta-fakta yang terdokumentasi dalam laporan internasional. Hasil analisis menunjukkan bahwa etnis Rohingya merupakan kelompok etnis dan agama yang dilindungi, tindakan kekerasan yang dilakukan memenuhi empat dari lima kategori actus reus, dan yang terpenting, dari pola tindakan sistematis, ujaran kebencian, kebijakan diskriminatif, serta skala kekejaman, dapat diinferensikan adanya niat khusus (dolus specialis) untuk menghancurkan kelompok Rohingya. Meskipun Myanmar bukan negara pihak Statuta Roma sehingga penuntutan di ICC terhambat kendala yurisdiksi, kualifikasi genosida ini tetap signifikan bagi proses hukum di Mahkamah Internasional, mandat IIMM, serta upaya advokasi keadilan dan reparasi bagi korban.
References
Anisah, A., Wahdah, A. N., Nirwana, R. P., & Arini, D. R. (2025). Tantangan Implementasi Yurisdiksi ICC dalam Penegakan Hukum atas Kejahatan Genosida di Negara Non-Pihak. Media Hukum Indonesia (MHI), 3(4).
Arianta, K., Mangku, D. G. S., & Yuliartini, N. P. R. (2020). Perlindungan Hukum Bagi Kaum Etnis Rohingya Dalam Perspektif Hak Asasi Manusia Internasional. Jurnal Komunitas Yustisia, 3(2), 166–176.
Budianto, A. L. B., & Purwanto, A. J. (2024). Kepentingan Gambia Melaporkan Myanmar Kepada Mahkamah Internasional PBB Atas Kasus Kejahatan Genosida Rohingya (2019). Kajian Hubungan Internasional, 3(2), 55–65.
Christmas, S. K., & Roisah, K. (2021). Status Hukum Implementation Legislation Negara Pihak Terhadap Penarikan Diri Statuta Roma 1998. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 3(2), 267–280.
Lee, R. (2021). Myanmar’s Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA). Perspectives on Terrorism, 15(6), 61–75.
Lesch, M. (2023). Contested facts: The politics and practice of international fact-finding missions. International Studies Review, 25(3), viad034.
Lintner, B. (2021). Why the Tatmadaw won’t crack in Myanmar. Asia Times, 20.
Malika, S., & Kusumawati, E. D. (2025). Mengkaji Kembali Pengaturan Kewajiban Kerja Sama Internasional Negara Anggota Statuta Roma 1998 Dalam Melaksanakan Surat Perintah Penangkapan. Simbur Cahaya, 258–282.
Matelski, M., Dijkstra, R., & McGonigle Leyh, B. (2022). Multi-layered civil society documentation of human rights violations in Myanmar: The potential for accountability and truth-telling. Journal of Human Rights Practice, 14(3), 794–818.
Pillai, P. (2022). A ‘patchwork quilt’of fact-finding and international accountability in Myanmar. In The Rohingya Crisis (pp. 163–186). Routledge.
Putri, L. E. (2024). Kejahatan Genosida Dalam Hukum Nasional Dan Hukum Internasional. JURNAL RECTUM: Tinjauan Yuridis Penanganan Tindak Pidana, 4(2), 120–130.
Rahmi, E. M., & Rahmiati, R. (2022). Kejahatan Genosida Dalam Kasus Rohingya Myanmar Dalam Perspektif Hukum Internasional. Journal of Law and Government Science, 8(1), 1–9.
Rajpoot, S. (2024). Case Review on The Prosecutor v. Jean-Paul Akayesu (Trial Judgement), ICTR. Jean-Paul Akayesu (Trial Judgement), ICTR (March 25, 2024).
Ramakrishna, K. (2020). Understanding Myanmar’s Buddhist extremists: some preliminary musings. New England Journal of Public Policy, 32(2), 4.
Rifani, A. (2025). Perlindungan Hukum terhadap Etnis Rohingya dalam Krisis Kemanusiaan yang Terjadi di Myanmar pada Tahun 2017 dari Perspektif Hukum Internasional. Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora Dan Politik (JIHHP), 5(3).
Salloum, S. (2022). Raphael Lemkin, Axis Rule in Occupied Europe: Laws of Occupation, Analysis of Government. The International and Political Journal, 51, 479–490.
Setiani, R. P., Setiawan, A., Gunanto, D., & Effendi, C. (2024). Peran Organisasi Kerjasama Islam (OKI) Dalam Menangani Konflik Rohingya di Myanmar Tahun 2016-2017. Journal of Comprehensive Science (JCS), 3(9).
Sriliza, S., Yusrain, Y., & Karlina, E. M. (2025). Sejarah Muslim Rohingnya. Juteq: Jurnal Teologi & Tafsir, 2(4), 923–943.
Wahyudi, I. S. (2025). Comparison of Legal Maxims in Common Law and Islamic Law: Similarities and Differences in Dispute Resolution. Jurnal Hukum Dan Peradilan, 14(2), 425–458. https://doi.org/https://doi.org/10.25216/jhp.14.2.2025.425-458
Wahyudi, W. (2025). Implementasi Prinsip Non Refoulement dalam Kebijakan Penanganan Pengungsi Asing di Indonesia: Perspektif Hukum Internasional dan Nasional. Negara Hukum: Membangun Hukum Untuk Keadilan Dan Kesejahteraan, 16(2), 257–276. https://doi.org/10.22212/jnh.v16i2.5064
Wahyudi, W., & Dina, A. (2025). Kerusakan Lingkungan Hidup Akibat Aktivitas Pertambangan Di Indonesia Dalam Perspektif Hukum Lingkungan. Indonesian Journal of Economics and Law (IJEL), 1(1), 5–16.
Zahar, A. (2010). Commentary on the judgment of the ICTY Appeals Chamber in the case of Prosecutor v. Radislav Krstic. Radislav Krstic. ANNOTATED LEADING CASES OF INTERNATIONAL CRIMINAL TRIBUNALS, 19.

